Enter Header Image Headline Here

Tampilkan postingan dengan label KELUARGA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KELUARGA. Tampilkan semua postingan

Jumat, 19 April 2013

Konsep Dasar Keluarga


1 .Definisi Keluarga
Menurut Friedman, (1998) Dalam Suprajitno, (2004) mendefinisikan kelurga adalah kumpulan dua orang atau lebih yang hidup bersama dengan keterikatan aturan dan emosional dan idividu mempunyai peran masing-masing yang merupakan bagian dari keluarga.
Menurut Sayekti (1994) Dalam Suprajitno (2004), keluarga adalah suatu ikatan atau persekutuan hidup atas dasar perkawinan anatara orang dewasa yang berlainan jenis yang hidup bersama atau seorang laki-laki atau seorang perempuan yang sudah sendirian dengan atau tanpa anak, baik anak sendiri atau adopsi, dan tinggal dalam sebuah rumah tangga.
Menurut Undang-Undang No. 10, 1992 Dalam (Suprajitno, 2004) keluarga adalah unit terkecil dari masyarakat terdiri dari suami-istri dan anaknya, atau ayah dan anaknya, atau ibu dan anaknya      
Keluarga merupakan bagian unit terkecil dalam masyarakat ( Andika Setiadi, april 2005).

2 .Struktur Keluarga
            Struktur keluarga bermacam-macam menurut Nasrul Effendi (1998) ada 5 macam struktur keluarga yaitu :
a.       Patrineal,adalah keluarga sedarah yang terdiri sanak saudara sedarah dan beberapa generasi dimana hubungan itu disusun melalui jalur garis ayah
b.      Matrineal,adalah keluarga sedarah yang terdiri sanak saudara sedarah dalam beberapa generasi dinama hubungan itu disusun melalui garis ibu
c.       Matrilokal,adalah sepasang suami istri yang tinggal bersama keluarga sedarah suami.
d.      Patrilokal,adalah sepasang suami istri yang tinggal keluarga sedarah suami.
e.   Keluarga kawinan,adalah hubungan suami istri sebagai dasar bagi pembinaan keluarga dan beberapa sanak saudara yang menjadi bagian keluarga karena adanya hubungan dengan suami atau istri.

3. Bentuk Keluarga
Ada beberapa macam bentuk keluarga berdasarkan anggota keluarganya yaitu :
a.      Keluarga inti (Nuclear family),adalah keluarga yang terdiri dari ayah,ibu dan anak-anak
b.      Keluarga besar(Exstended Family), adalah keluarga inti ditambah sanak saudara ,misal nenek, kakek, keponakan, saudara sepupu, paman, bibi dan sebagainya.
c.       Keluarga berantai(Serial Family),adalah keluarga yang terdiri dari wanita dan pria yang menikah lebih dari satu kali dan merupakan satu keluarga inti
d.      keluarga duda/janda(Single Family),adalah keluarga yang terjadi karena perceraian atau kematian.
e.       Keluarga Berkomposisi(Composite),adalah keluarga yang berpoligami dan hidup secara bersama
f.        Keluarga kabitas(Cahabitation),adalah dua orang menjadi satu tanpa pernikahan tetapi membentuk suatu keluarga

4. Fungsi Keluarga
Menururt Friedman (1999) seperti yang di kutip oleh Sudiharto(2007) lima fungsi keluarga adalah :
a.       Fungsi Afektif
Adalah fungsi internal keluarga untuk pemenuhan kebutuhan psikososial, saling mengasuh dan memberiakan kasih sayang serta saling menerima dan mendukung.

b.      Fungsi Sosialitatif
Adalah proses perkembangan dan perubahan individu, keluarga, tempat anggota keluarga berinteraksi social dan belajar berperan dalam lingkungan.
c.       Fungsi Reproduktif
Adalah fungsi keluarga meneruskan kelangsungan keturunan dan menambah sumber daya manusia.
d.      Fungsi Ekonomi
Adalah fungsi keluarga untuk memenuhi kebutuhan keluarga seperti sandang ,panagan, dan papan.
e.       Fungsi Perawatan Kesehatan
Adalah kemempuan keluarga untuk merawat anggota keluarga yang mengalami gangguan pada pola kesehatannya.

5. Tugas-tugas Keluarga Dalam Bidang Kesehatan
Sesuai dengan fungsi pemeliharaan kesehatan, menurut (Suprajitno, 2004) keluarga mempunyai tugas di bidang kesehatan yang perlu di pahami dan dilakukan, meliputi :
1)      Mengenal masalah kesehatan keluarga. Kesehatan merupakan kebutuhan keluarga yang tidak boleh diabaikan karena tanpa kesehatan segala sesuatu tidak akan berarti dan karena kesehatanlah kadang seluruh kekuatan sumber daya dan dana keluarga habis. Orang tua perlu mengenal keadaan kesehatan dan perubahan-perubahan yang dialami anggota keluarga. Peruban sekecil apapun yang di alami anggota keluarga secara tidak langsung menjadi perhatian orang tua atau keluarga. Apabila menyadari adanya perubahan keluarga, perlu di catat kapan terjadinya, perubahan apa yang terjadi, dan seberapa beser perubahannya.
2)      Memutuskan tindakan kesehatan yang tepat bagi kelurga. Tugas ini merupakan upaya keluarga yang utama untuk mencari pertolongan yang tepat sesuai dengan keadaan keluarga, dengan pertimbangan siapa diantar keluarga yang mempunyai kemampuan memutuskan untuk menentukan tindakan keluarga. Tindakan kesehatan yang dilakukan oleh keluarga di harapkan tepat agar masalah kesehatan dapat di kurangi atau bahkan teratasi. Jika keluarga mempunyai keterbatasan dapat meminta bantuan kepada orang di lingkungan tinggal keluarga agar memperoleh bantuan.
3)      Merawat keluarga yang mengalami gangguan kesehatan. Sering kali keluarga telah mangambil tindakan yang tepat dan benar, tetapi keluarga memiliki keterbatasan yang telah diketahui oleh keluarga sendiri. Jika demikian, anggota keluarga yang mengalami gangguan kesehatan perlu memperoleh tindakan lanjutan atau perawatan agar masalah yang lebih parah tidak terjadi. Perawatan dapat di lakukan institusi layanan kesehatan atau di rumah apabila keluarga telah memiliki kemampuan melakukan tindakan untuk pertolongan pertama.
4)      Modifikasi lingkungan keluarga untuk menjamin kesehatan keluarga.
5)      Memanfaatkan fasilitas pelayanan kesehatan di sekitar bagi keluarga.

6. Keperawatan Kesehatan keluarga
Asuhan keperawatan keluarga adalah rangkaian kegiatan yang diberikan melalui praktek keperawatan kepada keluarga untuk membantu menyelesaikan masalah kesehatan keluarga tersebut dengan menggunakan pendekatan proses keperawatan (Effendi Nasrul.1998. hal :51)
Proses keperawatan keluarga adalah metode ilmiah yang digunakan secara sistematika untuk mengkaji dan menentukan masalah dan asuhan keperawatan keluarga serta merencanakan dan mengimplementasikan serta mengevaluasi proses keperawatan tersebut(Effendi Nasrul.1998.hal 51)

7.  Tahap-tahap Asuahan keperawatan keluarga
a. Pengkajian
Pengkajian adalah sekumpulan tindakan yang digunakan oeleh perawat untuk mengukur keadaan klien atau keluarga dengan memakai norma-norma kesehatan keluarga maupun social yang merupakan sistem yang terintegrasi dan  kesanggupan untuk mengatasinya.
Yang temasuk dalam proses pengkajian adalah :
1.      Pengumpulan data
Pengumpulan data dapat dilakuakan melalui cara :
Ø  Wawancara
Ø  Pengamatan
Ø  Studi Dokumentasi
Ø  Pemeriksaan Fisik
2.      Analisa data
Di dalam analisa data, ada tiga norma yang eprlu diperhatikan dalam melihat perkembangan kesehatan, yaitu:
Ø  Keadaan kesehatan yang normal dari setiap anggota keluarga
Ø  Keadaan rumah dan sanitasi lingkungan
Ø  Karakteristik keluarga
3.      Perumusan Masalah
Masalah kesehatan merupakan keadan yang menghambat pemantapan atau penyembuhan msalah kesehatan. Dalam menyusun maslah kesehatan dan keperawatan keluarga dalam melaksanakan tugas-tugas keluarga dalam bidang kesehatan.


Adapun tipologiperumusan masalah terdiri atas tiga kelompok msalah besar, yaitu :
Ø  Ancaman kesehatan
Ø  Kurang sehat/tidak sakit
Ø  Situasi kritis
4.      Prioritas Masalah
Dalam menyusun prioritas masalah kesehatan dan kepercayaan keluarga harus didasarkan pada beberapa criteria skala prioritas, yaitu sebagai berikut
No.
Kriteria
Nilai
Bobot
1
Sifat masalah
Skala :
Ø  Ancaman kesehatan
Ø  Kurang sehat/tidak sehat
Ø  Krisis



3
2
1
1
2
Kemungkian maslah dapat diubah
Skala :
Ø  Dengan mudah
Ø  Hanya sebagian
Ø  Tidak dapat


2
1
0
2
3
Potensi masalah dapat diubah
Skala :
Ø  Tinggi
Ø  Cukup
Ø  Rendah


3
2
1
1
4
Menonjolnya msalah
Skala :
Ø  Masalah berat harus ditangani
Ø  Masalah yang tidak perlu segara ditangani
Ø  Maslah tidak dirasakan


2
1

0
1

Scoring :
-          Menentukan score untuk setiap criteria
-          Score dibagi dengan angka tertinggi dan dikalikan dengan bobot
Score                           Bobot
                                                Angka Tertinggi
-          Jumlah score untuk semua criteria
-          Score tertinggi adalah 5 dan sama untuk seluruh bobot

5.      Menegakkan Diagnosa keperawatan
Setelah diketahui masalah dan keperawatan keluarga, langkah selanjutnya adalah menegakkan diagnose keperawatan keluarga.
b. Diagnosa Keperawatan
Diagnosa keperawatan adlah pernyataan yang menggambarkan repson manusia,keadaan sehat atau perubahan pola interaksi potensial/actual dari individu atau kelompok dimana perawat dapat secara legal menidentifikasi dan untuk itu pula perawat dapat menyusun intervensi-intervensi definitive untuk mempertahankan status kesehatan atau untuk mengurangi, menghilangkan atau mencegah perubahan. (Capernito, 1987 dikutip oleh Freidman,2000:59)
c. Intervensi/perencanaan keperawatan
Rencana keperawatan keluarga adalah  sekumpulan tindakan yang ditentukan perawat untuk dilaksanakan dalam memecahkan maslah kesehatan keluarga dan keperawatan yang telah di identifikasi.
d. implementasi/pelaksanaan
Pelaksanaan tindakan keperawatan terhadap keluarga didasarkan kepada rencan asuhan keperawatasn yang telah disusun.
e. Evaluasi/Penilaian
Evaluasi adalah tindakan untuk melenkapi proses keperawatan yang menandakan sebarapa jauh diagnose keperawatan,rencana tindakan dan pelaksanaan sudah berhasil dicapai. Melalui evaliasi memungkinkan perawat untuk memonitor “kenihilan” yang terjadi selama tahap pengkajian,analisa,perencanaan dan pelaksanaan tindakan keperawatan.
(Ignatavicius & Bayne ,1994, dikutip Nursalam,2001:71)

Jumat, 27 Januari 2012

KATA-KATA MUTIARA AA GYM

Assalamu'alaikum sobat cahaya..
Aa gym memang tidak ada habisnya..
Nasehat beliau sangat di tunggu oleh umat..
ni ada sedikit kata-kata dari beliau semoga bermanfaat..

- Semakin ingin menunjukan diri kita agar diakui, dihormati, maka semakin tertekan, tegang dan melelahkan bathin, dan biasanya makin tak disukai.

- Tak jujur adalah penjara, yang membuat diri dicekam takut terbongkar, mudah untuk berdusta, nikmat apapun tak akan ternikmati, maka jujur adalah hidup merdeka.

- Hati yang bersih akan peka terhadap ilmu, apapun yang dilihat, didengar, dirasakan jadi samudera ilmu yang membuatnya kian bijak, arif dan tepat dalam menyikapi hidup ini

- Mustahil semua orang akan menyukai kita — walau kita berbuat baik semaksimal mungkin.

- Tak usah aneh dan kecewa, terus saja berbuat yang terbaik, karena itulah yang kembali kepada kita.

- Keberanian untuk mengatakan tak tahu untuk yang tak diketahuinya jauh akan lebih menenangkan dan dihormati daripada selalu ingin kelihatan serba tahu atau sok tahu

- Konflik biasanya terjadi karena saya benar dan kamu salah, berilah kesempatan hati mengatakan kita benar dan diapun boleh jadi benar, Insya Allah akan mudah cari solusi.

- Orang yang paling mulia diantara manusia adalah orang yang paling banyak mengingat mati dan paling siap menghadapinya dengan bekal amal shalih.

- Yang penting bagi pimpinan bukan memaksa anggotanya menaati kepada perintahnya, tapi membuat paham apa yang terbaik yang harus dilakukannya dengan penuh kesadaran.

- Sikap emosional merupakan ciri belum terampil mengendalikan diri. Bagaimana mungkin dapat mengendalikan orang lain dengan baik, bila diri sendiri kurang terkendali.

- Komentar spontan kita mungkin hanya satu patah kata, tapi bisa melukai hati dan menimbulkan kebencian mendalam, oleh karena itu waspadalah walau hanya sepatah kata.

- Hati manusia berubah-ubah, sekarang marah mungkin besok lusa sudah reda bahkan mungkin lebih sayang kepada kita, oleh karena itu jangan mendendam atau benci ber-kepanjangan.

- Akan ada saat hati menjadi sedih dan gelisah. Jangan biarkan larut dan mencuri hidup kita, bangkitlah, sibuklah, bergaulah dengan orang yang manfaat dan banyaklah berzikir.

- Berani hidup harus berani menghadapi masalah, jangan takut dan jangan gentar, hadapi dengan benar dan tawakal, karena setiap masalah sudah diukur Allah
sesuai kemampuan kita.

- Kita tak memiliki apapun dan tak dimiliki siapapun selain milik Allah.

- Hidup di dunia hanyalah mampir sejenak, mencari bekal untuk pulang dan menanti saat maut menjemput.

- Kebiasaan melemparkan kesalahan dan tanggungjawab kepada orang lain, selain akan menambah masalah, juga akan menjatuhkan kredibilitas, dan menghilangkan kepercayaan.

- Siapapun yang merindukan sukses, maka harus bertanya pada dirinya seberapa jauh dan sungguh-sungguh untuk berjuang, karena tiada kesuksesan tanpa perjuangan.

- Air yang lembut bisa mempersatukan bahan besi, semen, kerikil, pasir sehingga menjadi beton yang kokoh. Memang kelembutan hatilah yang akan bisa mempersatukan.

- Jangan takut menjadi tua, karena pasti menua. Tapi takutlah tak menjadi dewasa, karena kedewasaan sikaplah yang menjadi jalan kebahagiaan dan kemuliaan.

- Tak perlu menjawab penghinaan dengan penghinaan lagi, cukup jawablah dengan evaluasi diri, gigih memperbaiki diri, dan beri bukti yang tak terpungkiri.

- Orang yang sedikit pengetahuan, wawasan dan pengalaman, seperti yang terbelenggu dan dipenjara oleh keterbatasannya, hidup tak akan leluasa dan sulit untuk berbahagia

Sekian..
Terima kasih untuk waktunya..
Tunggu post selanjutnya..

Billahi fi sabilil haq..
Fastabikhul Khairat..
Wassalamu'alaikum,,,

Minggu, 01 Januari 2012

Siapa Wanita Yang Pertama Masuk Surga..??

Assalamu'alaikum Sobat..
Ada cerita bagus lho buat Sobat..
langsung saja yak,,
ini cerita saya kutip dari islaminside.web.id..
Semoga Bermanfaat..



Saudaraku seiman, taukah anda siapakah wanita pertama yang akan masuk surga? Mungkin sebagian besar dari kita mengira bahwa Siti Fatimah lah yang akan masuk surga untuk pertama kali. Wanita pertama yang akan masuk surga adalah seorang yang bernama Muti’ah.

Ketika Siti Fatimah mendengar bahwa wanita yang akan masuk surga pertama kali bukan dirinya, dia merasa kaget dan bertanya-tanya, siapakah Muti’ah itu?

Karena rasa penasaran yang tinggi, Siti Fatimah pun mencari seorang wanita yang bernama Muti’ah ketika itu. Beliau juga ingin tahu, amal apakah yang bisa membuat wanita itu bisa masuk surga pertama kali? Setelah bertanya-tanya, akhirnya Siti Fatimah mengetahui rumah seorang wanita yang bernama Muti’ah. Kali ini ia ingin bersilaturahmi ke rumah wanita tersebut, ingin melihat lebih dekat kehidupannya. Waktu itu, Siti Fatimah berkunjung bersama dengan anaknya yang masih kecil, Hasan. Setelah mengetuk pintu, terjadilah dialog.
“Di luar, siapa?” kata Muti’ah tidak membukakan pintu.
“Saya Fatimah, putri Rasulullah”
“Oh, iya. Ada keperluan apa?”
“Saya hanya berkunjung saja”
“Anda seorang diri atau bersama dengan lainnya?”
“Saya bersama dengan anak saya, Hasan?”
“Maaf, Fatimah. Saya belum mendapatkan izin dari suami saya untuk menerima tamu laki-laki”
“Tetapi Hasan masih anak-anak”
“Walaupun anak-anak, dia lelaki juga kan? Maaf ya. Kembalilah besok, saya akan meminta izin dulu kepada suami saya”
“Baiklah” kata Fatimah dengan nada kecewa. Setelah mengucapkan salam, ia pun pergi.

Keesokan harinya, Siti Fatimah kembali berkunjung ke rumah Muti’ah. Selain mengajak Hasan, ternyata Husein (saudara kembar Hasan) merengek meminta ikut juga. Akhirnya mereka bertiga pun berkunjung juga ke rumah Muti’ah. Terjadilah dialog seperti hari kemarin.
“Suami saya sudah memberi izin bagi Hasan”
“Tetapi maaf, Muti’ah. Husein ternyata merengek meminta ikut. Jadi saya ajak juga!”
“Dia perempuan?”
“Bukan, dia lelaki”
“Wah, saya belum memintakan izin bagi Husein.”
“Tetapi dia juga masih anak-anak”
“Walaupun anak-anak, dia juga lelaki. Maaf ya. Kembalilah esok!”
“Baiklah” Kembali Siti Fatimah kecewa.

Namun rasa penasarannya demikian besar untuk mengetahui, rahasia apakah yang menyebabkan wanita yang akan dikunjunginya tersebut diperkanankan masuk surga pertama kali. Akhirnya hari esok pun tiba. Siti Fatimah dan kedua putranya kembali mengunjungi kediaman Mutiah. Karena semuanya telah diberi izin oleh suaminya, akhirnya mereka pun diperkenankan berkunjung ke rumahnya. Betapa senangnya Siti Fatimah karena inilah kesempatan bagi dirinya untuk menguak misteri wanita tersebut.

Menurut Siti Fatimah, wanita yang bernama Muti’ah sama juga seperti dirinya dan umumnya wanita. Ia melakukan shalat dan lainnya. Hampir tidak ada yang istimewa. Namun, Siti Fatimah masih penasaran juga. Hingga akhirnya ketika telah lama waktu berbincang, “rahasia” wanita itu tidak terkuak juga. Akhirnya, Muti’ah pun memberanikan diri untuk memohon izin karena ada keperluan yang harus dilakukannya.

“Maaf Fatimah, saya harus ke ladang!”
“Ada keperluan apa?”
“Saya harus mengantarkan makanan ini kepada suami saya”
“Oh, begitu”
Tidak ada yang salah dengan makanan yang dibawa Muti’ah yang disebut-sebut sebagai makanan untuk suaminya. Namun yang tidak habis pikir, ternyata Muti’ah juga membawa sebuah cambuk.
“Untuk apa cambuk ini, Muti’ah?” kata Fatimah penasaran.
“Oh, ini. Ini adalah kebiasaanku semenjak dulu”
Fatimah benar-benar penasaran. “Ceritakanlah padaku!”

“Begini, setiap hari suamiku pergi ke ladang untuk bercocok tanam. Setiap hari pula aku mengantarkan makanan untuknya. Namun disertai sebuah cambuk. Aku menanyakan apakah makanan yang aku buat ini enak atau tidak, apakah suaminya seneng atau tidak. Jika ada yang tidak enak, maka aku ikhlaskan diriku agar suamiku mengambil cambuk tersebut kemudian mencambukku. Ini aku lakukan agar suamiku ridlo dengan diriku. Dan tentu saja melihat tingkah lakuku ini, suamiku begitu tersentuh hatinya. Ia pun ridlo atas diriku. Dan aku pun ridlo atas dirinya”

“Masya Allah, hanya demi menyenangkan suami, engkau rela melakukan hal ini, Muti’ah?”
“Saya hanya memerlukan keridloannya. Karena istri yang baik adalah istri yang patuh pada suami yang baik dan sang suami ridlo kepada istrinya”
“Ya… ternyata inilah rahasia itu”
“Rahasia apa ya Fatimah?” Mutiah juga penasaran.
“Rasulullah Saw mengatakan bahwa dirimu adalah wanita yang diperkenankan masuk surga pertama kali. Ternyata semua gara-gara baktimu yang tinggi kepada seorang suami yang sholeh.”

Subhanallah…

Selasa, 11 Oktober 2011

PEMBINAAN KELUARGA MENURUT PERSPEKTIF ISLAM


PEMBINAAN KELUARGA MENURUT PERSPEKTIF ISLAM

Dalam kitab suci Al Qur'an terdapat surat Al 'Alaq ayat 1:"Iqro
bismirabbikallazi kholaq" artinya Bacalah dengan menyebut nama Tuhan Yang
menciptakan. Jadi intinya seruan kepada umat Islam untuk membaca. Adanya seruan
ini memberikan manfaat kepada umat Islam yakni mnejadi orang yang beriman dan
berpengetahuan. Sehingga dalam hal ini mencari pengetahuan itu adalah
sangat-sangat penting.

Insya Alloh pada kesempatan ini tema yang diangkat yaitu bagaimana Islam
mengajarkan umatnya membina keluarga. Alloh Swt menciptakan kita
berpasang-pasangan, ada yang tua muda, ada pria wanita, baik buruk, siang dan
malam dsb, yang kesemuanya itu diciptakan dengan tujuan. Jadi semua ciptaan
Alloh tidak ada yang sia- sia.

Islam adalah agama yang sempurna, dan hanya agamalah yang bisa menjelaskan
hal-hal yang ghoib, karena tidak semua yang ada di dunia ini dapat di
tangkap/terima oleh akal/rasional, sehingga orang-orang philosoph banyak
menemui masalah ketika harus menjelaskan masalah- masalah yang tidak bisa di
jelaskan oleh akal.

Alloh menjadikan dunia ini indah, maka kuciptakan sesuatu itu
berpasang-pasangan. Hikmah diciptakannya sesuatu berpasang-pasangan:
1. sesuatu dikatakan baik karena ada yang tidak baik, jadi sebagai tolak ukur.
2. Untuk mengembangkan specias makhluk hidup, jadi setelah menikah mendapatkan
anak/keturunan/agar spy berkembang biak. Melanjutkan keturunan ini hanya
dibolehkan yaitu melalui institusi pernikahan.

Di dalam Al Qur'an pernikahan itu adalah mitsaqon gholizo artinya suatu
ikatan/perjanjian yang kuat. Didalam surat AnNisa ayat 21 Alloh Swt berfirman "
Bagaimana kamu akan mengambilnya kembali( harta yang telah kamu berikan),
padahal sebagian kamu telah bercampur sebagai suami istri. Dan mereka (istri-
istrimu) telah mengambil dari kamu perjanjian yang kuat." Nikah itu adalah
suatu yang sakral adalah merupakan sunah Rasulullah Saw. Sebagamana Sabda
Rasulullah Saw: " Nikah itu adalah sunnahku, maka siapa yang benci sunnahku
maka sesungguhnya ia bukan dari golonganku ". ( Riwayat Ibnu Majah )

Lantas bagaimana caranya menjaga agar pernikahan itu langgeng?

1.memiliki kemampuan

Rasulullah Saw bersabda " Wahai pemuda-pemuda, barang siapa yang mampu di
antara kamu, hendaknya ia menikah karena sesungguhnya pernikahan itu akan
menjaga kamu dari yang tidak halal dan barang siapa yang tidak mampu menikah
hendaklah ia berpuasa, puasa itu menjadi benteng".
( Riwayat Muslim )

Bila mana anak kita belum mampu, jangan dipaksakan segera menikah. Kita tidak
bisa hanya berdasarkan pada dalil bahwa pada diri setiap anak ada rezeki.Kita
juga harus melihat dalil yang lain kamu mendapatkan suatu hasil dari yang kamu
usahakan. Sebagaimana kita ketahui bahwa anak kita bisa menjadi fitnah atau
bahkan ujian buat kita, oleh karena kita harus bertanggung jawab mendidik dan
menuntunnya ke jalan yang benar. Untuk itu penting sekali adanya kemampuan pada
setiap individu yang akan menikah,kita tidak bisa hanya bermodalkan nekat atau
karena cinta, tapi harus ada kemampuan.


2.Pilih yang baik sebagai pasanganmu.

Dari surat An Nisa ayat 3, intinya yaitu kawinilah perempuan yang baik/yang
kamu senangi. Oleh karena itu penting sekali untuk memilih yang tepat, jangan
sampai kita salah pilih karena dikawatirkan dikemudian hari akan menjadi
masalah.

3.Motivasi menikah
Umumnya ada 4 motivasi menikah:
1. karena hartanya
2. karena keturunannya/nasabnya/kebangsawanannya
3. karena kecantikannya
4. karena agamanya

Rasulullah Saw bersabda "Wanita dinikahi karena empat perkara : "karena
hartanya, kecantikannya, nasabnya dan agamanya. Maka pilihlah yang beragama
(shalehah) niscaya engkau akan bahagia". (Muttafaqun Alaih)

Rasulullah SAW sangat menganjurkan kepada para pemuda agar mereka lebih
memprioritaskan memilih dzaatuddin (baca : wanita shalihah) untuk dijadikan
pendamping hidupnya.

Beruntunglah orang yang menikah karena pertimbangan motivasi yang ke empat
yaitu karena agamanya. Jangan jadikan harta, atau kecantikan ataupun keturunan
saja sebagai dasar untuk menikah, karena bisa jadi motivasi tersebut membawa
masalah di dalam pernikahan. Misalkan menikah dengan pasangannya karena
kecantikan, bila kecantikan tersebut pudar, maka pudarlah rasa cintanya,
goyahlah pernikahannya. Nikah karena dasar kecantikan apa perlu, benar ini
sangat perlu. "Allah itu Mahaindah dan Dia mencintai keindahan". Dengan
Rahmat-Nya, Allah menanamkan pada hati hamba-hamba-Nya rasa suka akan
keindahan.Yang menjadi masalah adalah jangan jadikan kecantikan itu
satu-satunya faktor yang memotivasi pernikahan. Pernikahan konon menjadi kekal
bilamana motivasi menikah itu karena agamanya.Bahkan seorang wanita yang
memiliki budi pekerti yang baik akan tampak lebih cantik dari sekedar wanita
cantik. Rasulullah Saw. bersabda : "Dunia ini adalah perhiasan, dan sebaik-
baik perhiasan adalah wanita shalihah."
(HR. Muslim). Oleh karena itu pesan
untuk para pria, nikahilah wanita karena kesholihannya.

Bagaimana Islam mengajarkan membina keluarga?

1.memperkokoh rasa cinta kita dan saling menjaga kehormatan

Cinta suami istrinya hendaknya senantiasa di perbaharui, jika perlu tiap hari
diberi nafkah batin, sebab bila cinta mulai pudar, suami dapat saja melirik
kesana kemari. Alloh Swt berfirman:"Di antara tanda-tanda kebesaran Alloh
adalah bahwa Dia telah menciptakan pasangan bagi kamu agar kamu menjadi
tenteram (sakinah) bersamanya.
Dia menjadikan kamu saling mencintai (mawaddah)
dan kasih sayang (rahmah). Itu adalah pelajaran yang berharga bagi orang-orang
yang berfikir". (Q.S. al-Rum, 30: 21).

Baik suami maupun istri harus senantiasa menjaga kehormatan/harga diri. Seorang
istri sebaiknya bila dipandang menyenangkan suaminya. Semua dilakukan dengan
niat iklas. Oleh karena itu berusahalah memantain cinta dalam rumah tangga.

2.saling menghormati dan menghargai

Alloh Swt berfirman dalam surat An Nisa ayat 19"......bergaullah dengan mereka
(istri-istrimu) dengan cara yang patut/baik. Kemudian bila kamu tidak menyukai
mereka, maka bersabarlah karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal
Alloh menjadikan padanya kebaikan yang banyak"
Artinya disini ada respect (penghargaan) satu sama lain. Setiap manusia sangat
merasa suka bila dirinya dihargai dan dihormati. Itulah makanya banyak sekali
keutuhan rumah tangga memudar dikarenakan tidak adanya penghargaan ataupun
penghormatan terhadap pasangan kita.
Ada kejadian seorang suami yang berpenghasilan tidak menghargai istrinya yang
tidak bekerja, dia beranggapan bahwa bila istrinya tidak keluar rumah untuk
bekerja dianggap bukan bekerja, padahal perkerjaan rumah tangga yang dilakukan
istrinya bukanlah pekerjaan yang mudah.
Oleh karena itu sebaiknya seorang suami senantiasa memuji istrinya yang telah
bekerja di rumah, demikian pula istri harus senantiasa memuji suaminya yang
bekerja di luar rumah.
Ucapan terima kasih konon banyak memberi pengaruh terhadap diri kita, ada sense
of respect. Kita banyak lihat di Australi, orang australia sering kali
mengucapkan excuse me, thank you, ini juga merupakan bentuk respect atau
penghargaan terhadap orang lain.

3.jangan menyebarkan kekurangan pasangan kita masing-masing

Istrimu adalah pakaian bagimu, demikian pula suamimu adalah pakaian bagimu.
Oleh karena itu jangan sampai kekurangan yang ada pada pasangan kita sampai
keluar dari rumah. Menjelekkan pasangan kita sama saja dengan mengotori pakaian
kita sendiri (menjelekkan dirimu sendiri).Bila ada masalah sebaiknya
diselesaikan dengan cara yang dingin, bahkan dapat pula diselesaikan ditempat
tidur.

4.Harus ada kerjasama (ta'awun)antara suami istri

Ada anggapan bahwa kerjaan rumah dan mendidik anak tanggung jwb
ibu/istri,padahal sebenarnya kerjaan dan mendidik anak tsb adalah tugas bersama
pasangan suami-istri. Firman Allah "....Dan tolong menolonglah kamu dalam
(mengerjakan) kebaikan dan ketakwaan dan janganlah kamu tolong menolong dalam
berbuat dosa dan pelanggaran..." (Al-Ma'idah: 2). Memang ada dalil yang
menyebutkan " Al Ummu madrasatun kubra", ibu diumpamakan seperti sekolah, maka
siapkanlah sekolah itu, agar generasinya menjadi baik.

Ada kecenderungan anak lebih mendengar ibunya, atau orangtuanya ketimbang
gurunya atau psikiater, oleh karena perlu adanya komunikasi yang baik antara
orangtua dan anak. Jangan sampai kesibukan bekerja diluar, mebuat orangtua
tidak sempat lagi memperhatikan dan berkomunikasi dengan anak. Sesibuk apapun,
bila ada sedikit waktu manfaatkan waktu yang sedikit itu untuk berkomunikasi
lebih baik dengan anak, sehingga hubungan orang tua dan anak menjadi baik.

Dari Hubungan baik itu ada semacam ikatan batin ataupun ikatan emosional antara
anak dengan orang tua. Hal ini penting sekali terutama memenangkan atau
menundukkan hati anak kita, sebab bila anak kita sudah tunduk, maka mudahkan
kita ajarkan, agama, moral dsb.

5.memfungsikan keluarga kita dengan optimal guna membentuk manusia
paripurna,muttaqin.

Adalah penting bagi orang tua mengajarkan anaknya pendidikan agama sejak dini.
Anak merupakan amanah Allah kepada orangtuanya. Dari Abu Hurairah, Rasulullah
s.a.w bersabda:
"Setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah (suci yakni Muslim). Kedua
orangtuanyalah yang menjadikan dia Yahudi, Nasrani atau Majusi."(Bukhari)
Pendidikan agama Islam sejak dini sangat penting terutama didalam membentuk
karakter anak. Ketika ada kesalahan pada anak, segera tegur, namun tegurlah
dengan cara yang baik, tidak dengan kekerasan. Sebab bila kita mendidik dengan
kekerasan maka generasi yang terbentuk akan keras juga.
Ajarkan anak untuk menjadi manusia yang muttaqin yaitu senantiasa menjalankan
perintahNya dan menjauhi laranganNya. Suami juga harus mendidik
istrinya,menjadi istri yang baik. Bila istri ada kesalahan maka tergurlah, bila
tidak didengar setelah ditegur sekali,dua kali, tiga kali, maka berpisah
ranjanglah, bila tidak mempan juga maka pukullah (pukul disini maksudnya
ditegur dengan keras). Jadi mendidik keluarga disini sangatlah penting dalam
rangka membentuk manusia yang paripurna (muttaqin).

Popular Posts

Recent Posts

Categories

Unordered List

*

  • Web
  • Blog Anda
  • Text Widget

    Blog Archive

    Total Tayangan Halaman

    Diberdayakan oleh Blogger.
    Kajian.Net