Enter Header Image Headline Here

Selasa, 11 Oktober 2011

PEMBINAAN KELUARGA MENURUT PERSPEKTIF ISLAM


PEMBINAAN KELUARGA MENURUT PERSPEKTIF ISLAM

Dalam kitab suci Al Qur'an terdapat surat Al 'Alaq ayat 1:"Iqro
bismirabbikallazi kholaq" artinya Bacalah dengan menyebut nama Tuhan Yang
menciptakan. Jadi intinya seruan kepada umat Islam untuk membaca. Adanya seruan
ini memberikan manfaat kepada umat Islam yakni mnejadi orang yang beriman dan
berpengetahuan. Sehingga dalam hal ini mencari pengetahuan itu adalah
sangat-sangat penting.

Insya Alloh pada kesempatan ini tema yang diangkat yaitu bagaimana Islam
mengajarkan umatnya membina keluarga. Alloh Swt menciptakan kita
berpasang-pasangan, ada yang tua muda, ada pria wanita, baik buruk, siang dan
malam dsb, yang kesemuanya itu diciptakan dengan tujuan. Jadi semua ciptaan
Alloh tidak ada yang sia- sia.

Islam adalah agama yang sempurna, dan hanya agamalah yang bisa menjelaskan
hal-hal yang ghoib, karena tidak semua yang ada di dunia ini dapat di
tangkap/terima oleh akal/rasional, sehingga orang-orang philosoph banyak
menemui masalah ketika harus menjelaskan masalah- masalah yang tidak bisa di
jelaskan oleh akal.

Alloh menjadikan dunia ini indah, maka kuciptakan sesuatu itu
berpasang-pasangan. Hikmah diciptakannya sesuatu berpasang-pasangan:
1. sesuatu dikatakan baik karena ada yang tidak baik, jadi sebagai tolak ukur.
2. Untuk mengembangkan specias makhluk hidup, jadi setelah menikah mendapatkan
anak/keturunan/agar spy berkembang biak. Melanjutkan keturunan ini hanya
dibolehkan yaitu melalui institusi pernikahan.

Di dalam Al Qur'an pernikahan itu adalah mitsaqon gholizo artinya suatu
ikatan/perjanjian yang kuat. Didalam surat AnNisa ayat 21 Alloh Swt berfirman "
Bagaimana kamu akan mengambilnya kembali( harta yang telah kamu berikan),
padahal sebagian kamu telah bercampur sebagai suami istri. Dan mereka (istri-
istrimu) telah mengambil dari kamu perjanjian yang kuat." Nikah itu adalah
suatu yang sakral adalah merupakan sunah Rasulullah Saw. Sebagamana Sabda
Rasulullah Saw: " Nikah itu adalah sunnahku, maka siapa yang benci sunnahku
maka sesungguhnya ia bukan dari golonganku ". ( Riwayat Ibnu Majah )

Lantas bagaimana caranya menjaga agar pernikahan itu langgeng?

1.memiliki kemampuan

Rasulullah Saw bersabda " Wahai pemuda-pemuda, barang siapa yang mampu di
antara kamu, hendaknya ia menikah karena sesungguhnya pernikahan itu akan
menjaga kamu dari yang tidak halal dan barang siapa yang tidak mampu menikah
hendaklah ia berpuasa, puasa itu menjadi benteng".
( Riwayat Muslim )

Bila mana anak kita belum mampu, jangan dipaksakan segera menikah. Kita tidak
bisa hanya berdasarkan pada dalil bahwa pada diri setiap anak ada rezeki.Kita
juga harus melihat dalil yang lain kamu mendapatkan suatu hasil dari yang kamu
usahakan. Sebagaimana kita ketahui bahwa anak kita bisa menjadi fitnah atau
bahkan ujian buat kita, oleh karena kita harus bertanggung jawab mendidik dan
menuntunnya ke jalan yang benar. Untuk itu penting sekali adanya kemampuan pada
setiap individu yang akan menikah,kita tidak bisa hanya bermodalkan nekat atau
karena cinta, tapi harus ada kemampuan.


2.Pilih yang baik sebagai pasanganmu.

Dari surat An Nisa ayat 3, intinya yaitu kawinilah perempuan yang baik/yang
kamu senangi. Oleh karena itu penting sekali untuk memilih yang tepat, jangan
sampai kita salah pilih karena dikawatirkan dikemudian hari akan menjadi
masalah.

3.Motivasi menikah
Umumnya ada 4 motivasi menikah:
1. karena hartanya
2. karena keturunannya/nasabnya/kebangsawanannya
3. karena kecantikannya
4. karena agamanya

Rasulullah Saw bersabda "Wanita dinikahi karena empat perkara : "karena
hartanya, kecantikannya, nasabnya dan agamanya. Maka pilihlah yang beragama
(shalehah) niscaya engkau akan bahagia". (Muttafaqun Alaih)

Rasulullah SAW sangat menganjurkan kepada para pemuda agar mereka lebih
memprioritaskan memilih dzaatuddin (baca : wanita shalihah) untuk dijadikan
pendamping hidupnya.

Beruntunglah orang yang menikah karena pertimbangan motivasi yang ke empat
yaitu karena agamanya. Jangan jadikan harta, atau kecantikan ataupun keturunan
saja sebagai dasar untuk menikah, karena bisa jadi motivasi tersebut membawa
masalah di dalam pernikahan. Misalkan menikah dengan pasangannya karena
kecantikan, bila kecantikan tersebut pudar, maka pudarlah rasa cintanya,
goyahlah pernikahannya. Nikah karena dasar kecantikan apa perlu, benar ini
sangat perlu. "Allah itu Mahaindah dan Dia mencintai keindahan". Dengan
Rahmat-Nya, Allah menanamkan pada hati hamba-hamba-Nya rasa suka akan
keindahan.Yang menjadi masalah adalah jangan jadikan kecantikan itu
satu-satunya faktor yang memotivasi pernikahan. Pernikahan konon menjadi kekal
bilamana motivasi menikah itu karena agamanya.Bahkan seorang wanita yang
memiliki budi pekerti yang baik akan tampak lebih cantik dari sekedar wanita
cantik. Rasulullah Saw. bersabda : "Dunia ini adalah perhiasan, dan sebaik-
baik perhiasan adalah wanita shalihah."
(HR. Muslim). Oleh karena itu pesan
untuk para pria, nikahilah wanita karena kesholihannya.

Bagaimana Islam mengajarkan membina keluarga?

1.memperkokoh rasa cinta kita dan saling menjaga kehormatan

Cinta suami istrinya hendaknya senantiasa di perbaharui, jika perlu tiap hari
diberi nafkah batin, sebab bila cinta mulai pudar, suami dapat saja melirik
kesana kemari. Alloh Swt berfirman:"Di antara tanda-tanda kebesaran Alloh
adalah bahwa Dia telah menciptakan pasangan bagi kamu agar kamu menjadi
tenteram (sakinah) bersamanya.
Dia menjadikan kamu saling mencintai (mawaddah)
dan kasih sayang (rahmah). Itu adalah pelajaran yang berharga bagi orang-orang
yang berfikir". (Q.S. al-Rum, 30: 21).

Baik suami maupun istri harus senantiasa menjaga kehormatan/harga diri. Seorang
istri sebaiknya bila dipandang menyenangkan suaminya. Semua dilakukan dengan
niat iklas. Oleh karena itu berusahalah memantain cinta dalam rumah tangga.

2.saling menghormati dan menghargai

Alloh Swt berfirman dalam surat An Nisa ayat 19"......bergaullah dengan mereka
(istri-istrimu) dengan cara yang patut/baik. Kemudian bila kamu tidak menyukai
mereka, maka bersabarlah karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal
Alloh menjadikan padanya kebaikan yang banyak"
Artinya disini ada respect (penghargaan) satu sama lain. Setiap manusia sangat
merasa suka bila dirinya dihargai dan dihormati. Itulah makanya banyak sekali
keutuhan rumah tangga memudar dikarenakan tidak adanya penghargaan ataupun
penghormatan terhadap pasangan kita.
Ada kejadian seorang suami yang berpenghasilan tidak menghargai istrinya yang
tidak bekerja, dia beranggapan bahwa bila istrinya tidak keluar rumah untuk
bekerja dianggap bukan bekerja, padahal perkerjaan rumah tangga yang dilakukan
istrinya bukanlah pekerjaan yang mudah.
Oleh karena itu sebaiknya seorang suami senantiasa memuji istrinya yang telah
bekerja di rumah, demikian pula istri harus senantiasa memuji suaminya yang
bekerja di luar rumah.
Ucapan terima kasih konon banyak memberi pengaruh terhadap diri kita, ada sense
of respect. Kita banyak lihat di Australi, orang australia sering kali
mengucapkan excuse me, thank you, ini juga merupakan bentuk respect atau
penghargaan terhadap orang lain.

3.jangan menyebarkan kekurangan pasangan kita masing-masing

Istrimu adalah pakaian bagimu, demikian pula suamimu adalah pakaian bagimu.
Oleh karena itu jangan sampai kekurangan yang ada pada pasangan kita sampai
keluar dari rumah. Menjelekkan pasangan kita sama saja dengan mengotori pakaian
kita sendiri (menjelekkan dirimu sendiri).Bila ada masalah sebaiknya
diselesaikan dengan cara yang dingin, bahkan dapat pula diselesaikan ditempat
tidur.

4.Harus ada kerjasama (ta'awun)antara suami istri

Ada anggapan bahwa kerjaan rumah dan mendidik anak tanggung jwb
ibu/istri,padahal sebenarnya kerjaan dan mendidik anak tsb adalah tugas bersama
pasangan suami-istri. Firman Allah "....Dan tolong menolonglah kamu dalam
(mengerjakan) kebaikan dan ketakwaan dan janganlah kamu tolong menolong dalam
berbuat dosa dan pelanggaran..." (Al-Ma'idah: 2). Memang ada dalil yang
menyebutkan " Al Ummu madrasatun kubra", ibu diumpamakan seperti sekolah, maka
siapkanlah sekolah itu, agar generasinya menjadi baik.

Ada kecenderungan anak lebih mendengar ibunya, atau orangtuanya ketimbang
gurunya atau psikiater, oleh karena perlu adanya komunikasi yang baik antara
orangtua dan anak. Jangan sampai kesibukan bekerja diluar, mebuat orangtua
tidak sempat lagi memperhatikan dan berkomunikasi dengan anak. Sesibuk apapun,
bila ada sedikit waktu manfaatkan waktu yang sedikit itu untuk berkomunikasi
lebih baik dengan anak, sehingga hubungan orang tua dan anak menjadi baik.

Dari Hubungan baik itu ada semacam ikatan batin ataupun ikatan emosional antara
anak dengan orang tua. Hal ini penting sekali terutama memenangkan atau
menundukkan hati anak kita, sebab bila anak kita sudah tunduk, maka mudahkan
kita ajarkan, agama, moral dsb.

5.memfungsikan keluarga kita dengan optimal guna membentuk manusia
paripurna,muttaqin.

Adalah penting bagi orang tua mengajarkan anaknya pendidikan agama sejak dini.
Anak merupakan amanah Allah kepada orangtuanya. Dari Abu Hurairah, Rasulullah
s.a.w bersabda:
"Setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah (suci yakni Muslim). Kedua
orangtuanyalah yang menjadikan dia Yahudi, Nasrani atau Majusi."(Bukhari)
Pendidikan agama Islam sejak dini sangat penting terutama didalam membentuk
karakter anak. Ketika ada kesalahan pada anak, segera tegur, namun tegurlah
dengan cara yang baik, tidak dengan kekerasan. Sebab bila kita mendidik dengan
kekerasan maka generasi yang terbentuk akan keras juga.
Ajarkan anak untuk menjadi manusia yang muttaqin yaitu senantiasa menjalankan
perintahNya dan menjauhi laranganNya. Suami juga harus mendidik
istrinya,menjadi istri yang baik. Bila istri ada kesalahan maka tergurlah, bila
tidak didengar setelah ditegur sekali,dua kali, tiga kali, maka berpisah
ranjanglah, bila tidak mempan juga maka pukullah (pukul disini maksudnya
ditegur dengan keras). Jadi mendidik keluarga disini sangatlah penting dalam
rangka membentuk manusia yang paripurna (muttaqin).

0 comments:

Posting Komentar

Recent Posts

Categories

Unordered List

*

  • Web
  • Blog Anda
  • Text Widget

    Blog Archive

    Total Tayangan Halaman

    Diberdayakan oleh Blogger.
    Kajian.Net