Enter Header Image Headline Here

Jumat, 19 April 2013

Konsep Dasar Keluarga


1 .Definisi Keluarga
Menurut Friedman, (1998) Dalam Suprajitno, (2004) mendefinisikan kelurga adalah kumpulan dua orang atau lebih yang hidup bersama dengan keterikatan aturan dan emosional dan idividu mempunyai peran masing-masing yang merupakan bagian dari keluarga.
Menurut Sayekti (1994) Dalam Suprajitno (2004), keluarga adalah suatu ikatan atau persekutuan hidup atas dasar perkawinan anatara orang dewasa yang berlainan jenis yang hidup bersama atau seorang laki-laki atau seorang perempuan yang sudah sendirian dengan atau tanpa anak, baik anak sendiri atau adopsi, dan tinggal dalam sebuah rumah tangga.
Menurut Undang-Undang No. 10, 1992 Dalam (Suprajitno, 2004) keluarga adalah unit terkecil dari masyarakat terdiri dari suami-istri dan anaknya, atau ayah dan anaknya, atau ibu dan anaknya      
Keluarga merupakan bagian unit terkecil dalam masyarakat ( Andika Setiadi, april 2005).

2 .Struktur Keluarga
            Struktur keluarga bermacam-macam menurut Nasrul Effendi (1998) ada 5 macam struktur keluarga yaitu :
a.       Patrineal,adalah keluarga sedarah yang terdiri sanak saudara sedarah dan beberapa generasi dimana hubungan itu disusun melalui jalur garis ayah
b.      Matrineal,adalah keluarga sedarah yang terdiri sanak saudara sedarah dalam beberapa generasi dinama hubungan itu disusun melalui garis ibu
c.       Matrilokal,adalah sepasang suami istri yang tinggal bersama keluarga sedarah suami.
d.      Patrilokal,adalah sepasang suami istri yang tinggal keluarga sedarah suami.
e.   Keluarga kawinan,adalah hubungan suami istri sebagai dasar bagi pembinaan keluarga dan beberapa sanak saudara yang menjadi bagian keluarga karena adanya hubungan dengan suami atau istri.

3. Bentuk Keluarga
Ada beberapa macam bentuk keluarga berdasarkan anggota keluarganya yaitu :
a.      Keluarga inti (Nuclear family),adalah keluarga yang terdiri dari ayah,ibu dan anak-anak
b.      Keluarga besar(Exstended Family), adalah keluarga inti ditambah sanak saudara ,misal nenek, kakek, keponakan, saudara sepupu, paman, bibi dan sebagainya.
c.       Keluarga berantai(Serial Family),adalah keluarga yang terdiri dari wanita dan pria yang menikah lebih dari satu kali dan merupakan satu keluarga inti
d.      keluarga duda/janda(Single Family),adalah keluarga yang terjadi karena perceraian atau kematian.
e.       Keluarga Berkomposisi(Composite),adalah keluarga yang berpoligami dan hidup secara bersama
f.        Keluarga kabitas(Cahabitation),adalah dua orang menjadi satu tanpa pernikahan tetapi membentuk suatu keluarga

4. Fungsi Keluarga
Menururt Friedman (1999) seperti yang di kutip oleh Sudiharto(2007) lima fungsi keluarga adalah :
a.       Fungsi Afektif
Adalah fungsi internal keluarga untuk pemenuhan kebutuhan psikososial, saling mengasuh dan memberiakan kasih sayang serta saling menerima dan mendukung.

b.      Fungsi Sosialitatif
Adalah proses perkembangan dan perubahan individu, keluarga, tempat anggota keluarga berinteraksi social dan belajar berperan dalam lingkungan.
c.       Fungsi Reproduktif
Adalah fungsi keluarga meneruskan kelangsungan keturunan dan menambah sumber daya manusia.
d.      Fungsi Ekonomi
Adalah fungsi keluarga untuk memenuhi kebutuhan keluarga seperti sandang ,panagan, dan papan.
e.       Fungsi Perawatan Kesehatan
Adalah kemempuan keluarga untuk merawat anggota keluarga yang mengalami gangguan pada pola kesehatannya.

5. Tugas-tugas Keluarga Dalam Bidang Kesehatan
Sesuai dengan fungsi pemeliharaan kesehatan, menurut (Suprajitno, 2004) keluarga mempunyai tugas di bidang kesehatan yang perlu di pahami dan dilakukan, meliputi :
1)      Mengenal masalah kesehatan keluarga. Kesehatan merupakan kebutuhan keluarga yang tidak boleh diabaikan karena tanpa kesehatan segala sesuatu tidak akan berarti dan karena kesehatanlah kadang seluruh kekuatan sumber daya dan dana keluarga habis. Orang tua perlu mengenal keadaan kesehatan dan perubahan-perubahan yang dialami anggota keluarga. Peruban sekecil apapun yang di alami anggota keluarga secara tidak langsung menjadi perhatian orang tua atau keluarga. Apabila menyadari adanya perubahan keluarga, perlu di catat kapan terjadinya, perubahan apa yang terjadi, dan seberapa beser perubahannya.
2)      Memutuskan tindakan kesehatan yang tepat bagi kelurga. Tugas ini merupakan upaya keluarga yang utama untuk mencari pertolongan yang tepat sesuai dengan keadaan keluarga, dengan pertimbangan siapa diantar keluarga yang mempunyai kemampuan memutuskan untuk menentukan tindakan keluarga. Tindakan kesehatan yang dilakukan oleh keluarga di harapkan tepat agar masalah kesehatan dapat di kurangi atau bahkan teratasi. Jika keluarga mempunyai keterbatasan dapat meminta bantuan kepada orang di lingkungan tinggal keluarga agar memperoleh bantuan.
3)      Merawat keluarga yang mengalami gangguan kesehatan. Sering kali keluarga telah mangambil tindakan yang tepat dan benar, tetapi keluarga memiliki keterbatasan yang telah diketahui oleh keluarga sendiri. Jika demikian, anggota keluarga yang mengalami gangguan kesehatan perlu memperoleh tindakan lanjutan atau perawatan agar masalah yang lebih parah tidak terjadi. Perawatan dapat di lakukan institusi layanan kesehatan atau di rumah apabila keluarga telah memiliki kemampuan melakukan tindakan untuk pertolongan pertama.
4)      Modifikasi lingkungan keluarga untuk menjamin kesehatan keluarga.
5)      Memanfaatkan fasilitas pelayanan kesehatan di sekitar bagi keluarga.

6. Keperawatan Kesehatan keluarga
Asuhan keperawatan keluarga adalah rangkaian kegiatan yang diberikan melalui praktek keperawatan kepada keluarga untuk membantu menyelesaikan masalah kesehatan keluarga tersebut dengan menggunakan pendekatan proses keperawatan (Effendi Nasrul.1998. hal :51)
Proses keperawatan keluarga adalah metode ilmiah yang digunakan secara sistematika untuk mengkaji dan menentukan masalah dan asuhan keperawatan keluarga serta merencanakan dan mengimplementasikan serta mengevaluasi proses keperawatan tersebut(Effendi Nasrul.1998.hal 51)

7.  Tahap-tahap Asuahan keperawatan keluarga
a. Pengkajian
Pengkajian adalah sekumpulan tindakan yang digunakan oeleh perawat untuk mengukur keadaan klien atau keluarga dengan memakai norma-norma kesehatan keluarga maupun social yang merupakan sistem yang terintegrasi dan  kesanggupan untuk mengatasinya.
Yang temasuk dalam proses pengkajian adalah :
1.      Pengumpulan data
Pengumpulan data dapat dilakuakan melalui cara :
Ø  Wawancara
Ø  Pengamatan
Ø  Studi Dokumentasi
Ø  Pemeriksaan Fisik
2.      Analisa data
Di dalam analisa data, ada tiga norma yang eprlu diperhatikan dalam melihat perkembangan kesehatan, yaitu:
Ø  Keadaan kesehatan yang normal dari setiap anggota keluarga
Ø  Keadaan rumah dan sanitasi lingkungan
Ø  Karakteristik keluarga
3.      Perumusan Masalah
Masalah kesehatan merupakan keadan yang menghambat pemantapan atau penyembuhan msalah kesehatan. Dalam menyusun maslah kesehatan dan keperawatan keluarga dalam melaksanakan tugas-tugas keluarga dalam bidang kesehatan.


Adapun tipologiperumusan masalah terdiri atas tiga kelompok msalah besar, yaitu :
Ø  Ancaman kesehatan
Ø  Kurang sehat/tidak sakit
Ø  Situasi kritis
4.      Prioritas Masalah
Dalam menyusun prioritas masalah kesehatan dan kepercayaan keluarga harus didasarkan pada beberapa criteria skala prioritas, yaitu sebagai berikut
No.
Kriteria
Nilai
Bobot
1
Sifat masalah
Skala :
Ø  Ancaman kesehatan
Ø  Kurang sehat/tidak sehat
Ø  Krisis



3
2
1
1
2
Kemungkian maslah dapat diubah
Skala :
Ø  Dengan mudah
Ø  Hanya sebagian
Ø  Tidak dapat


2
1
0
2
3
Potensi masalah dapat diubah
Skala :
Ø  Tinggi
Ø  Cukup
Ø  Rendah


3
2
1
1
4
Menonjolnya msalah
Skala :
Ø  Masalah berat harus ditangani
Ø  Masalah yang tidak perlu segara ditangani
Ø  Maslah tidak dirasakan


2
1

0
1

Scoring :
-          Menentukan score untuk setiap criteria
-          Score dibagi dengan angka tertinggi dan dikalikan dengan bobot
Score                           Bobot
                                                Angka Tertinggi
-          Jumlah score untuk semua criteria
-          Score tertinggi adalah 5 dan sama untuk seluruh bobot

5.      Menegakkan Diagnosa keperawatan
Setelah diketahui masalah dan keperawatan keluarga, langkah selanjutnya adalah menegakkan diagnose keperawatan keluarga.
b. Diagnosa Keperawatan
Diagnosa keperawatan adlah pernyataan yang menggambarkan repson manusia,keadaan sehat atau perubahan pola interaksi potensial/actual dari individu atau kelompok dimana perawat dapat secara legal menidentifikasi dan untuk itu pula perawat dapat menyusun intervensi-intervensi definitive untuk mempertahankan status kesehatan atau untuk mengurangi, menghilangkan atau mencegah perubahan. (Capernito, 1987 dikutip oleh Freidman,2000:59)
c. Intervensi/perencanaan keperawatan
Rencana keperawatan keluarga adalah  sekumpulan tindakan yang ditentukan perawat untuk dilaksanakan dalam memecahkan maslah kesehatan keluarga dan keperawatan yang telah di identifikasi.
d. implementasi/pelaksanaan
Pelaksanaan tindakan keperawatan terhadap keluarga didasarkan kepada rencan asuhan keperawatasn yang telah disusun.
e. Evaluasi/Penilaian
Evaluasi adalah tindakan untuk melenkapi proses keperawatan yang menandakan sebarapa jauh diagnose keperawatan,rencana tindakan dan pelaksanaan sudah berhasil dicapai. Melalui evaliasi memungkinkan perawat untuk memonitor “kenihilan” yang terjadi selama tahap pengkajian,analisa,perencanaan dan pelaksanaan tindakan keperawatan.
(Ignatavicius & Bayne ,1994, dikutip Nursalam,2001:71)

0 comments:

Posting Komentar

Recent Posts

Categories

Unordered List

*

  • Web
  • Blog Anda
  • Text Widget

    Blog Archive

    Total Tayangan Halaman

    Diberdayakan oleh Blogger.
    Kajian.Net